JAGATMEDIA, ACEH SELATAN – Tokoh masyarakat Aceh Selatan, Tgk Abrar Muda, menyoroti minimnya ketersediaan air bersih di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pasien dan keluarga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
Persoalan tersebut disampaikan langsung oleh Abrar Muda kepada wartawan, Kamis (5/11/2026), saat dirinya berada di RSUDYA Tapaktuan dan merasakan sendiri kondisi pelayanan fasilitas dasar di rumah sakit tersebut.
Menurut Abrar, pasokan air bersih di ruang rawat inap terhenti mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Akibatnya, pasien maupun keluarga yang mendampingi mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama mandi, mencuci, dan keperluan sanitasi lainnya.
“Saya merasakan langsung kondisi ini. Sejak pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB, pasokan air bersih terhenti. Ini tentu sangat menyulitkan pasien dan keluarga yang harus berada di rumah sakit, apalagi mereka membutuhkan air untuk mandi, buang air, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkap Abrar.
Tidak hanya persoalan pasokan air, pria yang akrab disapa Tgk Muda itu juga menyoroti kondisi fasilitas sanitasi di sejumlah toilet ruang rawat inap.
Ia menyebutkan, fasilitas wastafel yang seharusnya tersedia untuk mendukung kebersihan pasien dan pengunjung justru tidak berfungsi. Bahkan, keberadaan wastafel terbengkalai di setiap toilet ruang rawat inap.

Selain itu, penampungan air di dalam toilet hanya menggunakan ember plastik berwarna hitam berukuran sedang. Menurutnya, penggunaan fasilitas penampungan seperti itu perlu dievaluasi karena berkaitan langsung dengan kebersihan dan standar sanitasi lingkungan rumah sakit.
“Fasilitas wastafel banyak yang tidak berfungsi. Penampungan air hanya menggunakan ember plastik hitam berukuran sedang. Kita tentu mempertanyakan apakah kondisi seperti ini sudah sesuai dengan standar kebersihan dan sanitasi yang semestinya diterapkan di sebuah rumah sakit,” katanya.
Abrar juga menyayangkan kondisi sejumlah ruang toilet yang menurut pengamatannya kurang terawat. Padahal, toilet merupakan salah satu fasilitas penting yang harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan pasien.
“Rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang menjamin kebersihan dan kesehatan masyarakat. Namun, kalau kondisi toiletnya tidak terawat, fasilitas sanitasi tidak berfungsi, dan air bersih sulit diperoleh, tentu hal ini sangat disayangkan. Fasilitas seperti ini semestinya mencerminkan standar pelayanan sebuah institusi kesehatan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Tgk Muda meminta Komisi IV DPRK Aceh Selatan agar lebih rutin melakukan peninjauan langsung ke RSUDYA Tapaktuan. Menurutnya, pengawasan legislatif diperlukan untuk memastikan fasilitas dan pelayanan rumah sakit berjalan sebagaimana mestinya.
“Saya meminta Komisi IV DPRK Aceh Selatan jangan hanya menunggu laporan. Turunlah langsung melihat kondisi rumah sakit, khususnya fasilitas rawat inap, ketersediaan air bersih, dan sanitasi toilet. Fungsi pengawasan harus benar-benar dijalankan agar persoalan yang dirasakan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia berharap manajemen RSUDYA Tapaktuan segera mengevaluasi persoalan tersebut dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas dasar yang dibutuhkan pasien.
Menurutnya, masyarakat yang datang berobat tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga berhak mendapatkan lingkungan perawatan yang bersih, nyaman, serta didukung ketersediaan fasilitas dasar yang memadai.
“Orang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan dan berharap bisa pulih. Jangan sampai kebutuhan dasar seperti air bersih dan toilet yang layak justru menjadi persoalan tambahan bagi pasien. Kami berharap pelayanan rumah sakit terus dibenahi sehingga masyarakat benar-benar merasakan kenyamanan selama menjalani perawatan,” pungkasnya.
Editor : Lina.
Sejak September 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan seluruh Indonesia. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.







