Menu ✖

Mode Gelap
Sambut HUT Meulaboh, Pemkab Aceh Barat Pusatkan Gotong Royong di Masjid Agung Tebar Kebaikan, Forum Cakar Sriwijaya Bagikan Ratusan Nasi Siap Saji Kepada Masyarakat Dukung Visi Bupati Aceh Barat, Camat Bubon Kawal Langsung Pelantikan ISAB dan Majelis Taklim Akbar Pemkab Aceh Singkil Perjuangkan Listrik Desa dan Wilayah 3T Dugaan Bangunan SPPG Tangga Takat Masuk Rumija, Naga Selatan Desak PU Palembang Bertindak Tegas Naga Selatan Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Organisasi untuk Kepentingan Pribadi dan Kelompok

Pemerintahan

Pimpin Rapat Satgas PRR, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Mitigasi hingga Tingkat Dusun

badge-check


					Pimpin Rapat Satgas PRR, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Mitigasi hingga Tingkat Dusun Perbesar

JAGATMEDIA, ​MEULABOH – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM memimpin rapat Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Banjir di Posko Satgas PRR BPBD Aceh Barat, Selasa (6/10/2026). Pertemuan ini difokuskan pada percepatan pemulihan wilayah terdampak sekaligus penguatan langkah mitigasi menghadapi potensi banjir susulan.

​Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait.

​Tarmizi menyampaikan bahwa pemerintah daerah menjadwalkan pelaksanaan apel siaga bencana pada Kamis besok. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari unsur Forkopimda, para camat, keuchik, kapolsek, danramil, hingga perwakilan perusahaan, organisasi kebencanaan, LSM, dan para relawan.

​”Fokus utama kita adalah mitigasi bencana serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang berjalan di lapangan,” ujar Tarmizi.

​Langkah mitigasi dipandang mendesak mengingat adanya peringatan cuaca dari BMKG terkait curah hujan tinggi yang telah memicu kenaikan debit air sungai.

Menurutnya, pemahaman mitigasi yang baik akan membantu masyarakat bertindak cepat dan terarah saat ancaman datang, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian materiil dapat ditekan seminimal mungkin.

​Kesiapsiagaan tersebut, lanjut Tarmizi, harus terkoordinasi secara matang dari tingkat pimpinan daerah hingga unit pemerintahan terkecil di tingkat dusun. Jalur dan titik evakuasi warga serta ketersediaan stok logistik menjadi prioritas utama penanganan di lapangan.

​”Saat musibah datang, masyarakat tidak boleh panik karena sudah tahu langkah yang harus diambil. Titik evakuasi dan stok bahan pangan harus benar-benar siap di setiap tingkatan, jangan sampai ada warga yang kekurangan bahan makanan,” pungkasnya.

Editor : Lina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sambut HUT Meulaboh, Pemkab Aceh Barat Pusatkan Gotong Royong di Masjid Agung

9 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Pemkab Aceh Singkil Perjuangkan Listrik Desa dan Wilayah 3T

8 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Pemkab Aceh Singkil dan Satgas PRR Perkuat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Cegah Rekayasa Tanggal Transaksi, BPKD Aceh Barat Terapkan Audit Digital Berbasis SIPORSI

8 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Peluang Honorer Tertutup, Pemkab Aceh Barat Siapkan Lulusan Lokal Tembus Dunia Kerja Jepang

7 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Trending di Pemerintahan