JAGATMEDIA, MEDAN – Kematian Winda Lorenza Gowasa menjadi sorotan setelah nama tersebut sebelumnya tercatat sebagai saksi yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Winda tercatat menjalani pemeriksaan KPK pada 9 April 2026 sebagai pihak swasta. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan perkara dugaan korupsi yang tengah didalami lembaga antirasuah.
Beberapa bulan kemudian, Winda Lorenza Gowasa meninggal dunia di Medan pada 2 Agustus 2026. Peristiwa kematiannya kemudian menjadi perhatian setelah keluarga mempertanyakan sejumlah hal dan meminta aparat penegak hukum mengungkap penyebab kematian secara transparan.
Aparat sebelumnya mendalami dugaan bunuh diri dengan menggunakan senjata api milik mantan suaminya. Namun, keluarga meminta agar seluruh kemungkinan tetap diperiksa secara profesional dan berdasarkan bukti forensik.
Munculnya nama Winda dalam catatan pemeriksaan KPK menambah perhatian publik. Namun demikian, belum terdapat bukti atau pernyataan resmi yang menyatakan kematian Winda berkaitan dengan perkara yang pernah ditangani KPK.
Karena itu, NAGA SELATAN meminta dua hal yang berbeda namun sama-sama penting: KPK memberikan kejelasan mengenai status dan pemeriksaan Winda, sementara Polri mengungkap secara transparan penyebab kematiannya.
Galih sebagai ketua NAGA SELATAN menilai tidak boleh ada kesimpulan yang dibangun hanya berdasarkan dugaan. Jika kematian Winda merupakan bunuh diri, maka hasil pemeriksaan forensik dan bukti pendukung harus dapat menjelaskan hal tersebut secara terang.
Sebaliknya, apabila penyelidikan menemukan adanya unsur pidana, aparat harus mengungkap fakta dan memproses pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum.
“Kami tidak sedang menuduh siapa pun. Tetapi ada pertanyaan publik yang membutuhkan jawaban. Fakta bahwa nama Winda pernah diperiksa KPK dan kemudian meninggal dunia harus dijelaskan secara objektif agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Galih, Selasa (11/8/2026).
NAGA SELATAN juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara independen, profesional, transparan dan akuntabel, serta memberikan ruang kepada keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan publik bukan spekulasi, melainkan fakta.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak April 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






