Menu ✖

Mode Gelap
PKKM Kecamatan Sukodadi Berjalan Lancar dan Penuh Kekeluargaan, Dorong Kemajuan Madrasah Aceh Jangan Kembali Menjadi Ruang Luka: Membaca Tragedi Tiro Dengan Kepala Dingin TP PKK Aceh Lakukan Pembinaan Gammawar di Arongan Lambalek, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga Cakar Sriwijaya dan Naga Selatan Gelar Jumat Berkah, Bagikan Nasi kepada Masyarakat 3 Ilir Palembang Lurah 3 Ilir dan Ketua RT 24 Lorong Pasma Putra Pimpin Gotong Royong Jumat Bersih Kelurahan 3 Ilir Implementasikan Posbankum, Warga Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Peristiwa

Kematian Winda Lorenza Gowasa Soroti Publik, Pernah Diperiksa KPK dalam Perkara Bea Cukai

badge-check


					Kematian Winda Lorenza Gowasa Soroti Publik, Pernah Diperiksa KPK dalam Perkara Bea Cukai Perbesar

JAGATMEDIA, MEDAN – Kematian Winda Lorenza Gowasa menjadi sorotan setelah nama tersebut sebelumnya tercatat sebagai saksi yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Winda tercatat menjalani pemeriksaan KPK pada 9 April 2026 sebagai pihak swasta. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan perkara dugaan korupsi yang tengah didalami lembaga antirasuah.

Beberapa bulan kemudian, Winda Lorenza Gowasa meninggal dunia di Medan pada 2 Agustus 2026. Peristiwa kematiannya kemudian menjadi perhatian setelah keluarga mempertanyakan sejumlah hal dan meminta aparat penegak hukum mengungkap penyebab kematian secara transparan.

Aparat sebelumnya mendalami dugaan bunuh diri dengan menggunakan senjata api milik mantan suaminya. Namun, keluarga meminta agar seluruh kemungkinan tetap diperiksa secara profesional dan berdasarkan bukti forensik.

Munculnya nama Winda dalam catatan pemeriksaan KPK menambah perhatian publik. Namun demikian, belum terdapat bukti atau pernyataan resmi yang menyatakan kematian Winda berkaitan dengan perkara yang pernah ditangani KPK.

Karena itu, NAGA SELATAN meminta dua hal yang berbeda namun sama-sama penting: KPK memberikan kejelasan mengenai status dan pemeriksaan Winda, sementara Polri mengungkap secara transparan penyebab kematiannya.

Galih sebagai ketua NAGA SELATAN menilai tidak boleh ada kesimpulan yang dibangun hanya berdasarkan dugaan. Jika kematian Winda merupakan bunuh diri, maka hasil pemeriksaan forensik dan bukti pendukung harus dapat menjelaskan hal tersebut secara terang.

Sebaliknya, apabila penyelidikan menemukan adanya unsur pidana, aparat harus mengungkap fakta dan memproses pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum.

“Kami tidak sedang menuduh siapa pun. Tetapi ada pertanyaan publik yang membutuhkan jawaban. Fakta bahwa nama Winda pernah diperiksa KPK dan kemudian meninggal dunia harus dijelaskan secara objektif agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Galih, Selasa (11/8/2026).

NAGA SELATAN juga meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara independen, profesional, transparan dan akuntabel, serta memberikan ruang kepada keluarga untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa.
Pada akhirnya, yang dibutuhkan publik bukan spekulasi, melainkan fakta.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PKKM Kecamatan Sukodadi Berjalan Lancar dan Penuh Kekeluargaan, Dorong Kemajuan Madrasah

7 November 2026 - 14:41 WIB

TP PKK Aceh Lakukan Pembinaan Gammawar di Arongan Lambalek, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

6 November 2026 - 19:33 WIB

Cakar Sriwijaya dan Naga Selatan Gelar Jumat Berkah, Bagikan Nasi kepada Masyarakat 3 Ilir Palembang

6 November 2026 - 18:54 WIB

Foto jagatmedia

Lurah 3 Ilir dan Ketua RT 24 Lorong Pasma Putra Pimpin Gotong Royong Jumat Bersih

6 November 2026 - 18:18 WIB

Nama Ferdinansyah Dicatut untuk Modus Minta Uang, Ketua Naga Selatan Ingatkan Warga Palembang

6 November 2026 - 17:48 WIB

Trending di Peristiwa