JAGATMEDIA, ACEH BARAT – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Barat melaksanakan penjaringan dan penilaian gampong berprestasi tahun 2026 guna mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pemberdayaan dan pembinaan kemasyarakatan, Kamis (5/11/2026).
Kepala DPMG Aceh Barat, Drs. Marjan Hanafie Lubis, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan penjaringan dan penilaian ini telah dilaksanakan sejak tanggal 2 hingga 5 Oktober 2026. Sebanyak tujuh gampong dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Barat telah ditetapkan sebagai peserta dalam ajang penilaian tahun ini.
Adapun tujuh gampong yang masuk dalam tahap penilaian meliputi:
- Gampong Gunong Mata Ie (Kecamatan Panton Reu).
- Gampong Sawang Teubei (Kecamatan Kaway XVI).
- Gampong Ulee Blang (Kecamatan Bubon).
- Gampong Reusak (Kecamatan Samatiga).
- Gampong Kuta Padang (Kecamatan Johan Pahlawan).
- Gampong Pasi Pinang (Kecamatan Meureubo).
- Gampong Alue Batee (Kecamatan Arongan Lambalek).
Tiga Bidang Utama Penilaian Berpedoman pada Permendagri
Marjan menjelaskan, proses penilaian ini berpedoman pada Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Penilaian difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu bidang pemerintahan, bidang kewilayahan, dan bidang kemasyarakatan.
Selain itu, tim penilai juga memperhatikan indikator kinerja yang berkaitan dengan penyelarasan program antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Gampong. Indikator tersebut mencakup aspek pembangunan serta kehidupan masyarakat dalam bidang keagamaan, sosial, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan penguatan kelembagaan gampong.
Indikator Unggulan dan Inovasi Gampong
Dalam proses penjaringan, tim penilai menyoroti sejumlah indikator penting yang mencerminkan kemandirian dan inovasi gampong, di antaranya:
- Keagamaan & Sosial: Pelaksanaan salat berjamaah lima waktu di masjid atau meunasah, budaya membaca Al-Qur’an setelah salat Magrib, penyelenggaraan majelis taklim secara berkala, serta pencegahan penyakit sosial melalui pembentukan Satgas Pageu Gampong.
- Kesehatan & Kesejahteraan: Upaya penurunan prevalensi stunting, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, rehabilitasi rumah dhuafa, penyediaan santunan kematian Rp1 juta per kepala keluarga, serta layanan inovatif berupa dokter masuk rumah bagi warga sakit menahun.
Ekonomi & Pembangunan: Pengembangan unit usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), penciptaan produk unggulan melalui PKK dan kelompok usaha bersama perempuan, serta penyediaan beasiswa bagi Aneuk Beut.
Lingkungan & Olahraga: Penciptaan lingkungan gampong yang bersih dan sehat serta pemantauan bakat dan minat olahraga masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim penilai melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen administrasi, data capaian kinerja, serta bukti dukung pelaksanaan program gampong untuk tahun anggaran 2025 dan 2026 dengan melibatkan unsur aparatur gampong terkait.
Target dan Harapan Pemkab Aceh Barat
Melalui kegiatan ini, DPMG Aceh Barat ingin mendorong setiap pemerintah gampong agar terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola pembangunan, serta menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Marjan menegaskan bahwa prestasi sebuah gampong tidak hanya dinilai dari kelengkapan administrasinya saja, melainkan dari sejauh mana pemerintah gampong mampu menjawab kebutuhan warga dan mewujudkan perubahan positif di lingkungannya.
“Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Gampong dalam menyelaraskan program pembangunan,” pungkas Marjan.
Hasil penjaringan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi agar seluruh gampong terus berbenah, berinovasi, serta mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang dimiliki demi terwujudnya pemerintahan gampong yang profesional, transparan, dan responsif.
Editor ; Lina.
Sejak September 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan seluruh Indonesia. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.








