JAGATMEDIA, LAMONGAN – Semangat perjuangan dan nuansa masa lalu terasa begitu kental di Pameran Lamongan Tempo Doeloe 2026 yang digelar di Lapangan Gajah Mada sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Lamongan ke-457. Tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, pameran ini juga menjelma sebagai ruang belajar sejarah yang menarik bagi kalangan pendidik.
Antusiasme itu terlihat dari kunjungan Dewan Guru Perguruan Muhammadiyah Menongo, Kecamatan Sukodadi. Rombongan hadir untuk menyaksikan secara langsung berbagai replika sejarah, jejak perjuangan, hingga perkembangan penyebaran Islam di Kabupaten Lamongan.
Kunjungan tersebut dipimpin Kepala MTs Muhammadiyah 20 Menongo, Suparno, S.Pd., didampingi Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Sami’an, S.Hum., M.Pd.I., serta guru MI Muhammadiyah 02 Menongo, Tutik Wahyuni dan Evi Zuhanah, S.Pd. Mereka mengunjungi sejumlah stan bertema tempo dulu, termasuk replika Langgar Duwur dan stan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.
Menurut Suparno, konsep yang dihadirkan panitia mampu membangkitkan kembali semangat perjuangan para pendahulu melalui visualisasi yang menarik dan edukatif.
“Pameran ini sangat meriah. Konsep perjuangan yang ditampilkan mampu menghidupkan kembali sejarah Lamongan sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, dapat belajar sambil menikmati suasana tempo dulu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sami’an. Ia menilai keberadaan replika Langgar Duwur menjadi salah satu daya tarik utama karena menyimpan nilai historis penting dalam perkembangan Islam di Lamongan.
“Jejak penyebaran Islam di Lamongan bisa ditelusuri dari Langgar Duwur Lamongan,” katanya.
Sementara itu, Tutik Wahyuni dan Evi Zuhanah mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi pameran, terutama pada malam hari. Berbagai pertunjukan seni bertema perjuangan, dipadukan dengan dekorasi bernuansa klasik, berhasil menciptakan suasana yang hidup dan penuh nostalgia.
Selain menikmati pertunjukan, para pengunjung juga memanfaatkan berbagai sudut pameran sebagai lokasi berfoto. Replika bangunan bergaya kolonial, gapura bambu, hingga ornamen khas tempo dulu menjadi latar favorit yang memperkuat nuansa sejarah.
Bagi Dewan Guru Muhammadiyah Menongo, Pameran Lamongan Tempo Doeloe 2026 bukan sekadar agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif. Perpaduan antara sejarah, budaya, nilai religius, dan hiburan dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan pembelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan seperti ini, mereka berharap generasi muda semakin mengenal sejarah daerahnya, menghargai perjuangan para pendahulu, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas dan warisan budaya Kabupaten Lamongan.
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.








