JAGATMEDIA, ACEH SELATAN – Intensitas hujan tinggi di kawasan hulu sungai serta kiriman air dari Kabupaten Aceh Tenggara memicu banjir yang merendam sejumlah lokasi proyek infrastruktur di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.
Banjir yang terjadi pada 1 hingga 3 November 2026 tersebut menyebabkan aktivitas pekerjaan di lapangan terhambat. Sejumlah material konstruksi juga terlihat terendam genangan air.
Berdasarkan hasil pemantauan tim Media Kompasone, kondisi genangan cukup parah terpantau pada Senin (2/11/2026) pukul 08.59 WIB di Sta 4+100, Kecamatan Trumon Timur.
Di lokasi tersebut, air berwarna keruh menutupi hampir seluruh badan jalan dan area pekerjaan. Satu unit alat berat jenis ekskavator terlihat berhenti beroperasi. Material timbunan pilihan berupa tanah dan batu juga tampak berserakan di tengah genangan.
Sementara itu, pada bagian kiri dan kanan badan pekerjaan, geotekstil berwarna putih serta tumpukan batu terlihat belum tertata sepenuhnya akibat kondisi lokasi yang terendam air.
Kondisi serupa terpantau pada Selasa (3/11/2026) pukul 07.45 WIB di Sta 4+300, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.
Di lokasi tersebut, air dari saluran meluap hingga menggenangi lahan pertanian jagung yang berada di kedua sisi tanggul. Pada sisi kiri saluran, pasangan batu telah ditutup dengan geotekstil putih. Namun, di sisi kanan, material batu masih terlihat menumpuk dan belum tersusun.
Timbunan tanah merah di sisi kanan juga tampak belum padat. Kondisi tersebut dikhawatirkan berisiko mengalami pengikisan apabila debit air terus meningkat.
Satu unit ekskavator terlihat berada di ujung lokasi pekerjaan. Namun, kondisi genangan membuat alat berat tersebut belum dapat beroperasi secara optimal.
Banjir tersebut menimbulkan kekhawatiran warga sekitar terhadap kelancaran penyelesaian proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek yang dikerjakan PT Tuah Persada Perkasa tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp15 miliar. Volume pekerjaan meliputi timbunan pilihan dan pembangunan talud bronjong sepanjang 700 meter dengan lebar 12 meter.
Selain menghambat aktivitas pekerjaan, genangan air juga dikhawatirkan berdampak terhadap material dan bagian konstruksi yang telah terpasang, terutama pasangan batu serta timbunan tanah yang belum mencapai tingkat kepadatan sesuai spesifikasi teknis.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari pihak pelaksana dan konsultan pengawas melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan keamanan material serta mutu pekerjaan setelah air surut.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun konsultan pengawas mengenai langkah penanganan banjir dan rencana kelanjutan pekerjaan di lokasi terdampak.
Masyarakat sekitar berharap pihak terkait segera mengambil langkah penanganan, seperti membuat saluran pengelak sementara atau mengerahkan pompa penyedot air apabila diperlukan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi genangan, mempercepat pemulihan aktivitas proyek, serta mencegah dampak lebih lanjut terhadap lahan pertanian warga.
Lokasi pekerjaan: Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.
Editor : Lina.
Sejak September 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan seluruh Indonesia. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.







