Menu ✖

Mode Gelap
PKKM Kecamatan Sukodadi Berjalan Lancar dan Penuh Kekeluargaan, Dorong Kemajuan Madrasah Aceh Jangan Kembali Menjadi Ruang Luka: Membaca Tragedi Tiro Dengan Kepala Dingin TP PKK Aceh Lakukan Pembinaan Gammawar di Arongan Lambalek, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga Cakar Sriwijaya dan Naga Selatan Gelar Jumat Berkah, Bagikan Nasi kepada Masyarakat 3 Ilir Palembang Lurah 3 Ilir dan Ketua RT 24 Lorong Pasma Putra Pimpin Gotong Royong Jumat Bersih Kelurahan 3 Ilir Implementasikan Posbankum, Warga Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Opini

AKQ Luncurkan Program Saweu Umat “Duek Pakat Peutupat Seumayang”, Desa Rundeng Jadi Lokasi Perdana

badge-check


					AKQ Luncurkan Program Saweu Umat “Duek Pakat Peutupat Seumayang”, Desa Rundeng Jadi Lokasi Perdana Perbesar

JAGATMEDIA, MEULABOH – Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) akan meluncurkan program dakwah Saweu Umat bertajuk “Duek Pakat Peutupat Seumayang” pada Sabtu (7/11/2026), pukul 14.00 WIB hingga selesai. Kegiatan perdana tersebut akan berlangsung di Dayah Nurul Iman, Jalan Abadi, Lorong III, Desa Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat.

Program ini mengangkat tema “Musyawarah Bersama untuk Meluruskan Shalat dan Menghadirkan Hati di Hadapan Allah”. Desa Rundeng dipilih sebagai lokasi perdana dalam upaya membangun ruang pembelajaran dan muhasabah keagamaan yang tumbuh langsung dari masyarakat.

Kegiatan ini digerakkan oleh Hj. Cut Krati, S.Pd.I., Perempuan Pecinta Tauhid Tasawuf Desa Rundeng, bersama perangkat desa dan anggota majelis pengajian. AKQ menghadirkan Ustadz Syamsul Kamal, Pimpinan Yayasan Pusat Peradaban Insani (YPPI) sekaligus penggagas AKQ, sebagai narasumber utama.

Berangkat dari Kegelisahan tentang Kualitas Shalat

Menurut Ustadz Syamsul Kamal, program ini lahir dari kegelisahan terhadap persoalan mendasar dalam kehidupan beragama, yakni bagaimana menghadirkan hati ketika melaksanakan ibadah.

“Umat hari ini bukan sedang mengalami krisis ilmu dan bukan pula krisis amal. Kita memiliki banyak ilmu, banyak majelis, banyak guru, banyak kitab, serta banyak aktivitas ibadah. Tetapi kita menghadapi persoalan yang lebih dalam: krisis hadap hati kepada Allah dalam ibadah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut perlu dibicarakan secara terbuka karena menyangkut hubungan mendasar antara seorang hamba dengan Allah.

Salah satu pertanyaan reflektif yang ingin dibawa dalam musyawarah tersebut adalah:

“Ketika aku mengucapkan Allahu Akbar, benarkah Allah yang sedang aku hadapi, atau hanya kiblat yang ada di hadapanku?”

Menurutnya, pertanyaan ini bukan untuk menghakimi atau mengukur kekhusyukan orang lain, melainkan sebagai bahan muhasabah bagi setiap pribadi.

Bukan Mencari Siapa yang Salah

Program Duek Pakat Peutupat Seumayang tidak dimaksudkan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan menjadi ruang berbagi pengalaman, bertanya, mendengarkan, dan saling belajar.

Ustadz Syamsul Kamal mengajak para ustadz, Tgk., guru pengajian, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat agar tidak merasa malu untuk duduk bersama.

“Semua orang guru dan semua orang murid,” menjadi prinsip pembelajaran yang ingin dibangun dalam kegiatan ini, tanpa mengurangi penghormatan kepada para guru, ulama, dan orang-orang yang lebih alim.

Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran shalat harus tetap memperhatikan ketentuan syariat, mulai dari bacaan, syarat, rukun, hingga gerakannya. Namun, kesadaran batin dan kehadiran hati juga perlu terus dilatih dan diperbaiki.

Dari Desa Rundeng untuk Aceh Barat

Hj. Cut Krati, S.Pd.I., bersama perangkat desa dan anggota majelis pengajian Desa Rundeng diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menghidupkan ruang-ruang pembelajaran keagamaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, koordinasi program Saweu Umat AKQ dipercayakan kepada Aminuddin Arsyad (Papi), selaku Abah Mujahid AKQ, yang turut mempersiapkan pelaksanaan perdana tersebut.

Setelah Desa Rundeng, AKQ berharap program ini dapat berkembang ke desa-desa lain di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Melalui gerakan ini, AKQ ingin membangun kesadaran bahwa memperbaiki ibadah bukan hanya tentang menyempurnakan gerakan dan bacaan, tetapi juga tentang bagaimana hati semakin sadar ketika menghadap Allah.

AKQ mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, duduk bersama, bermusyawarah, dan saling belajar.

Sebab, mungkin selama ini kita tidak kekurangan tempat untuk belajar tentang Allah. Namun, kita masih membutuhkan ruang untuk belajar bagaimana benar-benar hadir ketika berhadapan dengan Allah.

Editor : Lina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aceh Jangan Kembali Menjadi Ruang Luka: Membaca Tragedi Tiro Dengan Kepala Dingin

7 November 2026 - 14:06 WIB

Indonesia Darurat Kepercayaan: Ketika yang Tampak Baik-Baik Saja Perlu Dipertanyakan

4 November 2026 - 10:41 WIB

Andri Agustian Apresiasi Pendampingan Anak Korban Kekerasan oleh Pemkab Aceh Barat, Dorong Sosialisasi Kenakalan Remaja

3 November 2026 - 10:27 WIB

Pemekaran ABAS: Mengapa Aspirasi Rakyat Harus Terus Menunggu? Persatuan Bukan Alasan Membiarkan Ketimpangan

3 November 2026 - 10:12 WIB

Ramli.MS Ajak Masyarakat Enam Kabupaten Bersatu Perjuangkan Provinsi ABAS, Bantah Isu Pernyataan Bendera

2 November 2026 - 21:57 WIB

Trending di Opini