Menu ✖

Mode Gelap
Istiqomah Kawal Ulama, Forum Cakar Sriwijaya Jaga Keamanan Dan Kondusivitas Maulid Hingga Selesai Treatrikal perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien memukau ribuan penonton dalam HUT ke-438 Kota Meulaboh Ketua PD IWO Aceh Barat Apresiasi Kemeriahaan HUT Meulaboh Ke-438 Jep Kupi Khop Semarakkan Hut Kota Meulaboh ke- 438 Irsan Syahputra Resmi Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Gampong Gampa Periode 2026-2030 Polsek Ilir Timur II Gelar Bakti Kebersihan, Libatkan Tiga Organisasi Kemasyarakatan

Opini

Anak-Anak Laut Singkil, Penjaga Harapan dari Pesisir Barat Aceh

badge-check


					Anak-Anak Laut Singkil, Penjaga Harapan dari Pesisir Barat Aceh Perbesar

JAGATMEDIA. ACEH SINGKIL – Saat fajar mulai menyingsing di pesisir Aceh Singkil, pemandangan sederhana namun penuh makna kerap terlihat. Anak-anak nelayan berusia sekitar 7 hingga 12 tahun berlarian di sepanjang pantai, mengantar ayah mereka melaut sebelum kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kulit mereka menghitam karena terik matahari dan angin laut, rambut kusut diterpa semilir pantai. Namun di balik kesederhanaan itu, terpancar semangat dan ketulusan yang tumbuh bersama debur ombak.

Bagi anak-anak pesisir ini, laut bukan sekadar tempat mencari nafkah. Laut adalah ruang belajar, tempat bermain, sekaligus bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

Belajar dari Laut dan Al-Qur’an

Usai membantu orang tua sejak subuh, sore harinya mereka berkumpul di dermaga untuk mengaji bersama. Guru yang membimbing mereka merupakan seorang ustaz yang juga pernah menjadi nelayan.

Selain belajar membaca Al-Qur’an, mereka juga diajarkan menghormati alam, memahami arah angin, serta menjaga keseimbangan laut agar hasil tangkapan tetap lestari bagi generasi berikutnya.

Berbagi di Tengah Keterbatasan

Kehidupan yang sederhana tidak menghalangi mereka untuk peduli terhadap sesama.

Saat hasil tangkapan ikan menurun, anak-anak itu menyisihkan uang dari hasil menjual kepiting kecil. Uang yang terkumpul kemudian digunakan membeli mi instan dan susu untuk para lansia yang tinggal di gubuk-gubuk pesisir.

Dengan polos mereka berkata.

“Biar nenek kuat doain laut kami, Kak.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan besarnya kepedulian yang tumbuh dari hati anak-anak pesisir.

Menjaga Laut dengan Kesadaran Sendiri

Usai bermain di pantai, mereka juga terbiasa memungut sampah plastik yang berserakan. Bukan karena diminta siapa pun, tetapi karena mereka memahami bahwa kebersihan laut adalah bagian dari kehidupan keluarga mereka.

Alasan mereka pun begitu sederhana.

“Kalau laut kotor, ikannya sedih. Kalau ikan sedih, bapak pulang dengan tangan kosong.”

Bagi mereka, menjaga laut berarti menjaga harapan orang tua yang setiap hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan.

Harapan dari Pesisir Singkil

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak-anak laut Singkil mungkin tidak memiliki gawai mahal atau fasilitas serba modern. Namun mereka tumbuh dengan nilai-nilai yang tidak ternilai: menghormati orang tua, mencintai lingkungan, dan hidup dalam kebersamaan.

Merekalah generasi yang diharapkan kelak menjaga kelestarian Selat Malaka dan keindahan Pulau Banyak, sekaligus meneruskan tradisi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan alam.

Semoga laut selalu menghadirkan rezeki bagi keluarga-keluarga nelayan, dan anak-anak Aceh Singkil terus tumbuh menjadi generasi yang rendah hati, peduli terhadap sesama, serta mencintai alam yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak kecil.

Editor: Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lautan Manusia Penuhi Malam Pertama Muzakarah Ulama Sufi Internasional ke-2 di Aceh

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

PT Alumada Karya Pratama Diduga Langgar Aturan Reklame dan Ganggu Estetika Kota Palembang

6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Ketua YPPI Dorong Presiden Buka Muzakarah Internasional Ulama Tauhid dan Sufi di Aceh

5 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Refleksi Hari Kesaktian Pancasila 2026, Membaca Sejarah dan Memperkuat Nilai Persatuan

1 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Buku “Sebelum Menuju Pernikahan” Angkat Persoalan Nikah Siri, Dorong Pendidikan Pranikah Tak Sekadar Bimbingan Kilat

25 September 2026 - 15:47 WIB

Trending di Opini