Jagatmediakertanegara, Palembang – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengikuti pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Tahun Anggaran 2026 yang melibatkan empat divisi strategis di lingkungan Mabes Polri, yakni Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Divisi Humas, Divisi Hukum, serta Divisi Hubungan Internasional (Hubinter).
Kegiatan berskala nasional tersebut dibuka langsung oleh Wakapolri dan diikuti seluruh jajaran Polda se-Indonesia. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel mengikuti kegiatan secara virtual dari Ruang Vicon Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Selasa (31/3/2026).

Rakernis Gabungan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan antara Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya integrasi fungsi pendukung guna menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian.
Fokus utama diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, penguatan komunikasi publik yang transparan, kepastian hukum dalam setiap tindakan, serta peningkatan kerja sama kepolisian di tingkat internasional.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolda Sumsel menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengimplementasikan seluruh kebijakan strategis yang dihasilkan dalam Rakernis.
“Rakernis yang dibuka oleh Bapak Wakapolri ini memberikan arah yang sangat jelas bagi kami di daerah. Polda Sumsel siap menerjemahkan setiap kebijakan tersebut menjadi langkah konkret dalam pelayanan yang profesional, responsif, dan berbasis teknologi,” tegasnya.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh fungsi terkait, khususnya bidang TIK dan Humas, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat komunikasi yang adaptif di era digital, guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa arahan Wakapolri menjadi pedoman penting dalam memperkuat strategi komunikasi publik.
“Kami memastikan fungsi Humas akan terus menjadi garda terdepan dalam keterbukaan informasi serta menjaga narasi positif institusi Polri di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rakernis ini dinilai memiliki dampak strategis dalam menciptakan keselarasan antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah. Dengan penguatan fungsi TIK dan Humas, Polri diharapkan mampu merespons dinamika masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat.

Kegiatan pembukaan berlangsung tertib dan lancar, serta dilanjutkan dengan pendalaman materi teknis dari masing-masing divisi guna menyusun program kerja prioritas sepanjang tahun 2026.
Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di daerah, dalam rangka mewujudkan Polri yang Presisi, adaptif, dan dipercaya masyarakat.
(Win)











