JAGATMEDIA, ACEH BARAT – Truk yang terguling saat mengangkut sejumlah drum berisi cairan yang disebut-sebut sebagai BBM jenis Dexlite memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Persoalannya kini bukan hanya mengenai kecelakaan dan tumpahan muatan, tetapi juga menyangkut asal BBM, legalitas pengangkutan, pemilik, serta tujuan distribusi muatan tersebut.
Ketua Umum Ecopulse Movement Indonesia, Nasri Saputra, mendesak Polda Aceh dan aparat penegak hukum terkait tidak berhenti pada keterangan mengenai jenis muatan yang dibawa truk.
Menurut Nasri, isi drum harus dipastikan melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jika benar merupakan Dexlite, aparat dinilai perlu menjelaskan secara terbuka dari mana BBM tersebut diperoleh, siapa pemiliknya, ke mana dibawa, serta untuk kepentingan apa.
“Ini harus dijelaskan secara rinci oleh pihak kepolisian. Jika itu Dexlite, kalau tujuan penggunaannya untuk sektor PETI tentunya ada indikasi dugaan pelanggaran hukum. Polisi mestinya menjelaskan secara utuh dan terperinci kepada publik,” kata Nasri, Sabtu (15/8/2026).
Bukan Sekadar Truk Terguling
Nasri menilai peristiwa tersebut tidak seharusnya diperlakukan hanya sebagai kecelakaan lalu lintas biasa. Banyaknya drum yang diangkut, menurut dia, membuat aspek distribusi BBM perlu ditelusuri lebih jauh.
Ia juga meminta aparat memastikan apakah muatan tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI), illegal logging, atau kegiatan lain yang melanggar hukum.
Namun, dugaan mengenai tujuan penggunaan BBM tersebut, kata dia, tetap harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat dan tidak boleh disimpulkan hanya berdasarkan jenis muatan maupun dugaan tujuan yang belum terverifikasi.
“Termasuk tujuan penggunaan Dexlite sebanyak itu harus dijelaskan secara terang benderang kepada publik,” ujar Poen Check, nama akrab Nasri.
Karena itu, aparat diminta menelusuri seluruh rangkaian distribusi BBM tersebut, mulai dari proses pembelian, pemuatan, pengangkutan hingga tujuan akhirnya.
Sejumlah pertanyaan pun kini muncul: dari mana BBM tersebut berasal, siapa pemiliknya, siapa yang membeli, berapa volumenya, ke mana truk membawa muatan tersebut, untuk siapa, dan akan digunakan untuk kegiatan apa?
Pertanyaan tersebut dinilai penting untuk dijawab agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, klaim bahwa seluruh isi drum merupakan Dexlite juga perlu diverifikasi. Identifikasi jenis BBM secara visual tidak cukup untuk menjadi dasar kesimpulan mengenai jenis bahan bakar maupun aspek legalitasnya.
Aparat dapat menelusuri dokumen pengangkutan, asal pembelian, volume muatan, identitas pemilik barang, serta keterangan pihak-pihak yang berkaitan. Jika diperlukan, pemeriksaan sampel dapat dilakukan untuk memastikan jenis bahan bakar yang sebenarnya.
Hal tersebut penting karena jenis BBM, asal barang, dan tujuan penggunaannya merupakan tiga persoalan berbeda yang perlu dibuktikan secara terpisah.
Jika BBM tersebut benar merupakan Dexlite dan diperoleh serta diangkut secara sah untuk kebutuhan tertentu, aparat diharapkan dapat menjelaskan dasar legalitasnya kepada publik.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian dokumen atau dugaan pelanggaran dalam proses penyimpanan, pengangkutan, distribusi, penjualan kembali, maupun penggunaan BBM untuk kegiatan ilegal, persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik kini menunggu penjelasan resmi aparat mengenai hasil pemeriksaan muatan truk tersebut, termasuk jenis BBM, asal, pemilik, legalitas pengangkutan, serta tujuan akhirnya.
Editor : Lina
Sejak Juni 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan Aceh Barat dan sekitarnya. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.






