JAGATMEDIA, MURATARA – Harapan keluarga untuk menemukan Hapis dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah berusia 8 tahun itu ditemukan meninggal dunia setelah sekitar 16 jam dicari usai dilaporkan tenggelam di Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Hapis, siswa kelas II sekolah dasar asal Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, ditemukan tim gabungan bersama warga pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kepala BPBD Muratara, Hasbi Hasidqi, membenarkan korban telah ditemukan. Lokasi penemuan disebut tidak jauh dari titik awal Hapis dilaporkan tenggelam.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan sekitar jam 8 pagi. Lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Hasbi.
Terpeleset dari Rakit Saat Mandi
Sebelumnya, Hapis dilaporkan tenggelam pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat kejadian, korban sedang mandi di Sungai Rawas bersama rekannya, Alvin. Berdasarkan keterangan Polsek Rawas Ilir, Hapis diduga terpeleset dan jatuh dari atas rakit hingga kemudian tenggelam.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian.
Polsek Rawas Ilir yang dipimpin Iptu Andri Firmansyah kemudian berkoordinasi dengan BPBD Muratara untuk melakukan pencarian menggunakan personel dan peralatan SAR.
Upaya pencarian berlangsung hingga Rabu pagi.
Sekitar 16 jam setelah kejadian, tim gabungan bersama warga akhirnya menemukan korban.
Namun, pencarian tersebut berakhir dengan kabar duka. Hapis ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Diserahkan kepada Keluarga
Setelah ditemukan, jenazah Hapis langsung dievakuasi dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika beraktivitas di sekitar sungai.
Terlebih, kondisi arus sungai dapat berubah dan memiliki risiko yang sulit diprediksi.
Pihak kepolisian dan BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta tidak membiarkan anak-anak bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.
Bagi keluarga Hapis, pencarian yang berlangsung hingga pagi akhirnya membawa kepastian, tetapi bukan kepastian yang diharapkan: sang bocah pulang, namun dalam keadaan tak bernyawa.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Lubuk Linggau dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






