Menu

Mode Gelap
Babe Herlan Dorong Biaya SLF Hotel di Sumsel Lebih Rasional Apel Kamtibmas, Polsek Ilir Timur II Gandeng Ormas Antisipasi Konvoi dan Balap Liar Mahasiswi 21 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel, Diduga Dicekoki Ekstasi Saat Karaoke di PIK Guru Madrasah dan Persoalan Kesejahteraan, Honor Disebut Hanya Rp50 Ribu per Bulan M Hidayat Kembali Pimpin Perbasi Sumsel, Pembinaan Atlet Muda Jadi Fokus Lima Tahun ke Depan Diduga KPPG Sengaja Bungkam Terkait Upaya Konfirmasi Awak Media Terkait SPPG Tangga Takat

Peristiwa

Stok Solar di SPBU Sugio Kosong Dua Hari, Petani Khawatir Musim Tanam Terganggu

badge-check


					Stok Solar di SPBU Sugio Kosong Dua Hari, Petani Khawatir Musim Tanam Terganggu Perbesar

JAGATMEDIA, LAMONGAN – Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dilaporkan kosong selama dua hari terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas pengisian BBM yang biasanya dipadati kendaraan menjadi lengang karena pasokan belum kembali tersedia.

Sejumlah warga mengaku telah beberapa kali mendatangi SPBU, namun belum berhasil memperoleh solar.

“Sudah dua hari kami datang, tapi solarnya kosong. Besok coba lagi tetap tidak ada,” ujar Pandoli, warga Desa Sekarbagus, Rabu (1/7/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Kastum dan Suwono. Keduanya berharap distribusi solar ke SPBU Sugio dapat segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Kekosongan solar terjadi di tengah aktivitas pertanian yang sedang memasuki tahapan penting. Setelah musim panen usai, para petani mulai mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Ketersediaan solar menjadi kebutuhan utama karena digunakan untuk mengoperasikan traktor, mesin panen (combine harvester), hingga pompa air.

Menurut warga, keterlambatan pasokan BBM berpotensi menghambat pengolahan lahan dan berdampak pada jadwal tanam.

“Kalau sudah begini, biaya garap sawah jadi molor. Kalau cari di tempat lain harganya lebih mahal. Kalau ditunda, nanti jadwal tanam berantakan,” kata Kastum.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai ketersediaan solar, pihak karyawan SPBU Sugio memberikan jawaban singkat.

“Belum ada,” tulisnya.

Kelangkaan solar juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan dan mesin berbahan bakar solar.

Dalam situasi seperti ini, upaya penanganan biasanya dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah, Pertamina, dan instansi terkait. Langkah yang dapat ditempuh antara lain penambahan alokasi pasokan ke wilayah prioritas, pengawasan distribusi untuk mencegah penyimpangan, penyaluran subsidi secara tepat sasaran melalui sistem yang berlaku, pendataan kebutuhan riil masyarakat oleh pemerintah daerah, serta edukasi kepada masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.

Bagi masyarakat Kecamatan Sugio, khususnya para petani, ketersediaan solar menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas pertanian. Warga berharap pasokan segera kembali normal sehingga proses pengolahan lahan, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan.

“Solar itu nyawa kami sekarang. Kalau kosong, sawah tidak bisa diolah, rezeki pun tertahan,” ungkap salah seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, stok solar di SPBU Sugio dilaporkan masih belum tersedia. Belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina mengenai penyebab maupun jadwal normalisasi pasokan solar di wilayah tersebut.

Editor: Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Babe Herlan Dorong Biaya SLF Hotel di Sumsel Lebih Rasional

14 September 2026 - 00:23 WIB

Mahasiswi 21 Tahun Ditemukan Tewas di Hotel, Diduga Dicekoki Ekstasi Saat Karaoke di PIK

12 September 2026 - 21:45 WIB

SMA Negeri 1 Woyla Barat Jalin MoU dengan SMK Sultan Ahmad Kuala Terengganu Malaysia

11 September 2026 - 08:11 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat, RSUD Praya Jadikan Reakreditasi Sebagai Budaya Keselamatan Pasien

10 September 2026 - 18:33 WIB

Lurah 16 Ulu Sidak Dapur Pempek Yudi, Temukan Limbah dan Hentikan Produksi Sementara

10 September 2026 - 18:13 WIB

Trending di Peristiwa