JAGATMEDIA, PALEMBANG – Sejumlah kelompok pemuda yang berkumpul hingga larut malam menjadi perhatian dalam patroli gabungan yang digelar Polsek Ilir Timur II bersama sejumlah elemen masyarakat di Palembang. Petugas membubarkan kelompok yang dinilai berpotensi terlibat tawuran dan memberikan imbauan agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan.
Patroli bertajuk Sabuk Kamtibmas itu berlangsung pada Sabtu malam hingga Minggu sekitar pukul 03.00 WIB. Kegiatan menyasar sejumlah titik di wilayah hukum Polsek Ilir Timur II yang menjadi lokasi pemantauan aktivitas kelompok pemuda.
Kapolsek Ilir Timur II AKP Firmansyah, S.H., M.H., turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakapolsek dan Kanit Intel. Mereka juga didampingi sejumlah unsur masyarakat, yakni Pemuda Pancasila PAC Ilir Timur II yang dipimpin Muhammad Toyeb, Forum Cakar Sriwijaya di bawah kepemimpinan Gerry, serta Komunitas NAGA SELATAN yang dipimpin Galih Nugraha, S.Sos.
Kegiatan diawali dengan penjagaan di Posko Musi 4. Setelah itu, petugas dan unsur masyarakat bergerak melakukan patroli serta memantau sejumlah lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya anak muda.
Ketika menemukan kelompok yang dianggap berpotensi melakukan tawuran, petugas tidak langsung mengambil tindakan represif. Kelompok tersebut dibubarkan secara persuasif dan diberikan pemahaman mengenai risiko tawuran serta dampaknya terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kerumunan pemuda tidak berkembang menjadi aksi kekerasan.
Ketua Komunitas NAGA SELATAN, Galih Nugraha, S.Sos., menilai keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penting dilakukan, terutama karena persoalan tawuran tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum.
“Kami mengapresiasi langkah Kapolsek bersama jajaran yang turun langsung melakukan pencegahan. Yang paling penting bukan hanya membubarkan kelompok pemuda, tetapi juga memberikan edukasi agar mereka memahami bahwa tawuran hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat,” ujar Galih.
Menurut Galih, kerja sama antara kepolisian dan organisasi masyarakat perlu dijaga agar upaya pencegahan tidak berhenti pada patroli sesaat. Komunikasi dengan kelompok pemuda, menurut dia, juga menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya tawuran.
Dalam kegiatan tersebut, keberadaan unsur masyarakat turut membantu polisi melakukan pemantauan di lapangan. Pola pengamanan seperti ini membuat pencegahan tidak hanya bertumpu pada kehadiran aparat, tetapi juga melibatkan warga dan organisasi yang berada di lingkungan tersebut.
Patroli berlangsung hingga Minggu dini hari. Selama kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Ilir Timur II dilaporkan aman dan kondusif.
Upaya pencegahan tawuran selanjutnya akan sangat bergantung pada konsistensi patroli, komunikasi dengan kelompok pemuda, serta keterlibatan masyarakat dalam melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak April 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






