JAGATMEDIA, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami asal-usul uang yang berada di dalam amplop yang sempat dibawa Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, saat melakukan pertemuan dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
Meski telah memperoleh penjelasan awal dari tersangka mengenai amplop tersebut, KPK menegaskan bahwa keterangan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan. Penyidik masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan sumber dana serta seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara.
Penyelidikan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi yang saat ini sedang ditangani KPK.
Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Sekretaris Daerah Kuantan Singingi Zulkarnain, serta Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles.
Selain mendalami dugaan suap terkait praktik jual beli jabatan, penyidik juga menelusuri dugaan penerimaan gratifikasi yang diduga berkaitan dengan proses pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa saat menerima audiensi Suhardiman Amby pada 2 Juni 2026, tamunya meninggalkan sebuah amplop di ruang pertemuan.
Menurut Raja Juli, ia baru mengetahui keberadaan amplop tersebut setelah pertemuan selesai. Ia kemudian langsung memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut tanpa terlebih dahulu membuka isinya.
Raja Juli juga menjelaskan bahwa amplop tersebut akhirnya berhasil dikembalikan kepada Suhardiman Amby pada 12 Juni 2026 setelah sempat tertunda karena penyesuaian jadwal.
Hingga kini, KPK masih terus mengembangkan penyidikan dengan menelusuri asal dana, aliran uang, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut. Lembaga antirasuah menegaskan proses hukum dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama penyidikan berlangsung.
Editor: Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Februari 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.











