Menu

Mode Gelap
Wielly Atina Sari Dilaporkan Hilang, Polsek Ngimbang Lamongan Minta Bantuan Masyarakat Jurnalis Diduga Dihalangi Saat Liputan Sidak Pempek Yudi, Jagat Media Kertanegara Tempuh Jalur Hukum Sudah Diperintahkan Tutup, Pempek Yudi Diduga Tetap Produksi, Camat Turun Tangan Persadin NTB Perkuat Sinergi dengan BPN Lombok Tengah, Komitmen Kawal Kepastian Hukum Pertanahan Tiga Organisasi Pers Sampaikan Surat Permohonan RDP ke DPRD Kabupaten Toba Sekda Aceh Singkil Tegaskan ASN Wajib Jaga Integritas, Jauhi Narkoba, Judi Online dan Pinjol

Peristiwa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok Saat Dilewati Rombongan Bupati

badge-check


					Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok Saat Dilewati Rombongan Bupati Perbesar

JAGATMEDIA, PANGANDARAN – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, mengalami kerusakan pada Minggu sore, 30 Agustus 2026, sesaat setelah jembatan tersebut diresmikan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.

Ironisnya, insiden terjadi ketika jembatan tengah dilintasi rombongan yang diperkirakan berjumlah lebih dari 50 orang, termasuk Bupati Pangandaran, sejumlah pejabat daerah, serta warga.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jembatan berubah secara tiba-tiba ketika rombongan berada di atasnya. Bagian jembatan kemudian menjadi miring dan sejumlah orang tampak terperosok.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejumlah laporan menyebut terdapat orang yang mengalami luka ringan, sementara Bupati Pangandaran dilaporkan selamat meski sempat mengalami syok dan memar pada bagian tangan.

TNI AD: Lebih dari 50 Orang Melintas Bersamaan

Dinas Penerangan TNI AD memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Berdasarkan keterangan sementara, kondisi terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan sehingga disebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan.

Akibatnya, tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring. TNI AD juga menyatakan struktur utama jembatan tidak seluruhnya runtuh.

Namun demikian, persoalan ini tetap menyisakan sejumlah pertanyaan penting.

Apakah kapasitas maksimal jembatan sudah disosialisasikan secara jelas sebelum digunakan?

Apakah pengaturan jumlah orang yang melintas telah dilakukan saat prosesi peresmian?

Dan yang paling penting, apakah seluruh aspek teknis serta standar keselamatan jembatan telah benar-benar diperiksa sebelum dinyatakan layak digunakan?

Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena insiden terjadi sesaat setelah peresmian, ketika jembatan justru digunakan dalam sebuah kegiatan resmi yang dihadiri pejabat dan masyarakat.

Publik Berhak Mendapat Penjelasan

Jembatan Gantung Pongpet memiliki panjang sekitar 60 meter dan dibangun untuk mendukung konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas sosial, ekonomi, serta akses menuju kawasan wisata Kampung Budaya Margacinta.

Saat ini akses menuju jembatan telah diamankan dan masyarakat diminta tidak melintas sampai pemeriksaan serta penanganan selesai. Persoalan ini tidak cukup berhenti pada pertanyaan apakah jembatan kelebihan beban.

Perlu ada penjelasan terbuka mengenai kapasitas desain, sistem pengaman, spesifikasi konstruksi, proses pemeriksaan, pihak pelaksana pembangunan, pengawasan pekerjaan, hingga prosedur keselamatan saat peresmian.

Sebab, sebuah infrastruktur publik bukan hanya harus selesai dibangun dan kemudian diresmikan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa infrastruktur tersebut benar-benar aman ketika digunakan masyarakat.

Jagat Media akan terus memantau perkembangan pemeriksaan terhadap Jembatan Gantung Pongpet, termasuk menunggu penjelasan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab kejadian dan langkah pertanggungjawaban setelah insiden tersebut.

Tidak ada korban jiwa adalah kabar baik. Namun, insiden ini tetap menjadi alarm penting bahwa aspek keselamatan infrastruktur publik tidak boleh dianggap remeh.

Editor : Lina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wielly Atina Sari Dilaporkan Hilang, Polsek Ngimbang Lamongan Minta Bantuan Masyarakat

16 September 2026 - 20:51 WIB

Tiga Organisasi Pers Sampaikan Surat Permohonan RDP ke DPRD Kabupaten Toba

14 September 2026 - 18:17 WIB

Diduga Home Industri Pempek Yudi Banten Dua, Abaikan Surat Peringatan Penutupan Tempat Usaha Lurah 16 Ulu.

14 September 2026 - 14:05 WIB

Babe Herlan Dorong Biaya SLF Hotel di Sumsel Lebih Rasional

14 September 2026 - 00:23 WIB

Dugaan Kekerasan Berujung Meninggalnya Warga di Merah Mata Masih Menyisakan Sejumlah Pertanyaan

13 September 2026 - 20:05 WIB

Trending di Peristiwa