JAGATMEDIA, LAMONGAN – Minimnya penerangan di Jalan Raya Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, menjadi keluhan warga. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi tindak kriminal.
Berdasarkan pantauan warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Pada malam hari, ruas jalan hanya mengandalkan cahaya lampu kendaraan sehingga jarak pandang menjadi terbatas, terutama di sejumlah titik yang belum memiliki Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, masyarakat melalui Jamaah Fardhu Kifayah Babatan berinisiatif memasang lampu jalan secara swadaya menggunakan tiang bambu dan dana hasil iuran warga. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah lampu yang terpasang belum mampu menerangi seluruh ruas jalan.
Selain itu, biaya perawatan, kerusakan instalasi akibat cuaca maupun gangguan lainnya, serta beban pembayaran listrik menjadi kendala sehingga lampu tidak selalu dapat beroperasi secara optimal.
“Warga sudah berusaha semampunya. Tapi kalau cuma mengandalkan iuran, ya nggak kuat Pak,” ujar salah seorang pengurus Jamaah Fardhu Kifayah Babatan.
Warga juga menyoroti pembayaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang selama ini dibayarkan melalui tagihan listrik. Menurut mereka, fasilitas penerangan yang tersedia belum sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan masyarakat.
“Kalau ditotal, uang pajak PJU warga Babatan setahun bisa buat pasang puluhan titik lampu. Lah ini jalannya masih gelap. Ke mana larinya?” kata Imam, salah seorang warga.
Menurut warga, minimnya penerangan jalan berdampak pada meningkatnya rasa tidak aman saat melintas pada malam hari. Mereka mengaku pernah terjadi aksi penjambretan di kawasan tersebut. Selain itu, kondisi jalan yang gelap juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari, serta memicu munculnya titik pembuangan sampah liar.
Atas kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan segera mengambil langkah nyata dengan menambah fasilitas PJU di jalur utama Dusun Babatan. Mereka mengusulkan penggunaan lampu tenaga surya (solar cell) agar lebih efisien, disertai sistem pemeliharaan rutin sehingga lampu yang telah dipasang dapat berfungsi secara optimal.
Selain penambahan PJU, warga juga meminta adanya keterbukaan informasi mengenai pemanfaatan dana Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sehingga masyarakat dapat mengetahui alokasi anggaran yang telah dihimpun dari pembayaran pajak tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan maupun dinas terkait mengenai keluhan dan usulan yang disampaikan warga Dusun Babatan.
Editor: Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Juni 2026 dengan wilayah liputan Kabupaten Lamongan dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






