Menu

Mode Gelap
Wielly Atina Sari Dilaporkan Hilang, Polsek Ngimbang Lamongan Minta Bantuan Masyarakat Jurnalis Diduga Dihalangi Saat Liputan Sidak Pempek Yudi, Jagat Media Kertanegara Tempuh Jalur Hukum Sudah Diperintahkan Tutup, Pempek Yudi Diduga Tetap Produksi, Camat Turun Tangan Persadin NTB Perkuat Sinergi dengan BPN Lombok Tengah, Komitmen Kawal Kepastian Hukum Pertanahan Tiga Organisasi Pers Sampaikan Surat Permohonan RDP ke DPRD Kabupaten Toba Sekda Aceh Singkil Tegaskan ASN Wajib Jaga Integritas, Jauhi Narkoba, Judi Online dan Pinjol

Peristiwa

Ratusan Warga Dusun Babatan Hidupkan Kembali Tradisi Sedekah Bumi

badge-check


					Ratusan Warga Dusun Babatan Hidupkan Kembali Tradisi Sedekah Bumi Perbesar

JAGATMEDIA, LAMONGAN – Ratusan warga Dusun Babatan menghidupkan kembali tradisi Sedekah Bumi di halaman Masjid Al-Hidayah, Jumat (28/8/2026) malam. Tradisi tersebut digelar sebagai wujud syukur atas karunia Tuhan sekaligus momentum mempererat kerukunan warga di Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Warga dari berbagai kalangan datang dengan membawa hasil bumi dalam wadah anyaman bambu khas yang disebut “Ancak”. Isinya antara lain nasi, apem, pisang, serta berbagai lauk-pauk.

Rangkaian kegiatan dipimpin Modin Dusun, Moh. Sarbu, dan diisi dengan tausiyah, sholawat, istighosah, tahlil untuk para leluhur dan pahlawan, serta doa bersama.

Doa tersebut dipanjatkan untuk memohon keselamatan desa sekaligus kemajuan bangsa.

Kepala Dusun Babatan, Agus Hadi Susanto, bersama pemuda Karang Taruna turut memberikan dukungan penuh. Sejak siang hari, mereka telah bergotong royong mempersiapkan lokasi pelaksanaan kegiatan.

Bagi warga, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bentuk gotong royong untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah di tengah masyarakat.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian “berkah” kepada seluruh jamaah. Warga duduk bersila secara bersama-sama di atas tikar tanpa membedakan latar belakang, sebagai simbol bahwa rezeki dari Tuhan merupakan anugerah yang patut disyukuri dan dibagikan bersama.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB. Kesederhanaan perayaan tersebut menunjukkan bahwa memaknai kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan yang menghabiskan biaya besar.

Bagi warga Dusun Babatan, duduk bersama, berdoa, bersyukur, dan menjaga kerukunan menjadi bagian dari cara merawat tradisi sekaligus melestarikan nilai kebersamaan.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wielly Atina Sari Dilaporkan Hilang, Polsek Ngimbang Lamongan Minta Bantuan Masyarakat

16 September 2026 - 20:51 WIB

Tiga Organisasi Pers Sampaikan Surat Permohonan RDP ke DPRD Kabupaten Toba

14 September 2026 - 18:17 WIB

Diduga Home Industri Pempek Yudi Banten Dua, Abaikan Surat Peringatan Penutupan Tempat Usaha Lurah 16 Ulu.

14 September 2026 - 14:05 WIB

Babe Herlan Dorong Biaya SLF Hotel di Sumsel Lebih Rasional

14 September 2026 - 00:23 WIB

Dugaan Kekerasan Berujung Meninggalnya Warga di Merah Mata Masih Menyisakan Sejumlah Pertanyaan

13 September 2026 - 20:05 WIB

Trending di Peristiwa