JAGATMEDIA, OGAN ILIR – Proyek penahan tebing di ruas jalan provinsi, Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya dikeluhkan karena mengalami retak dan keropos, kini bagian bangunan yang rusak terlihat telah ditambal menggunakan adukan semen, Jumat (14/8/2026).
Namun, langkah tersebut justru memunculkan pertanyaan baru dari warga. Mereka mempertanyakan apakah penambalan pada bagian yang terlihat rusak cukup untuk memastikan kekuatan struktur bangunan secara keseluruhan.
Berdasarkan kondisi yang terlihat di lokasi, kerusakan disebut tidak hanya terjadi pada satu titik. Sejumlah bagian dinding penahan masih terlihat mengalami retakan dan keropos. Warga juga mempertanyakan konstruksi bangunan yang disebut minim atau tidak terlihat menggunakan tulangan besi sebagai penguat.
Warga khawatir penanganan dengan cara menutup celah dan rongga menggunakan semen hanya memperbaiki tampilan permukaan, sementara persoalan struktur utama belum diketahui kondisinya.
Salah seorang warga, Paisal Usman (50), menilai pekerjaan yang dilakukan saat ini lebih menyerupai penambalan daripada perbaikan menyeluruh.
“Ini bukan perbaikan, hanya penambalan. Bagian yang keropos ditutup lagi dengan semen. Kami khawatir saat musim hujan nanti kembali rusak bahkan bisa ambruk,” ujarnya.
Kekhawatiran warga juga dipicu oleh kondisi di sekitar lokasi. Selain kerusakan pada dinding penahan, terdapat retakan pada badan jalan dan kondisi kemiringan tanah yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Warga khawatir apabila dinding penahan tidak mampu menahan tekanan tanah, kerusakan dapat berkembang menjadi longsor dan membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi, terutama ketika curah hujan tinggi.
Karena itu, masyarakat Desa Tanjung Bulan dan sekitarnya meminta pemerintah serta instansi yang bertanggung jawab tidak hanya melakukan penambalan, tetapi juga melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh terhadap struktur bangunan.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah konstruksi telah memenuhi spesifikasi teknis dan mampu menahan tekanan tanah sesuai peruntukannya.
Warga juga meminta adanya keterbukaan mengenai proyek tersebut, mulai dari pihak yang bertanggung jawab, nilai pekerjaan, spesifikasi teknis, metode konstruksi, hingga metode perbaikan yang saat ini dilakukan.
Menurut warga, proyek yang menggunakan anggaran negara harus dikerjakan sesuai standar dan mengutamakan aspek keselamatan. Mereka berharap jangan sampai perbaikan hanya dilakukan pada bagian yang tampak rusak, sementara kondisi struktur utama belum dipastikan keamanannya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait maupun pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi mengenai kualitas pekerjaan, metode penambalan, kondisi struktur bangunan, serta langkah yang akan dilakukan untuk memastikan keamanan penahan tebing tersebut.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Maret 2026 dengan wilayah liputan Ogan Ilir dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






