JAGATMEDIA, KENDARI – Keributan terjadi di lingkungan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kawasan Buni Praja, pada Kamis (13/8/2026) sore. Kepala Satpol PP Sultra, Hamim Imbu, terlibat adu mulut hingga keributan fisik dengan salah seorang anggotanya bernama Akbar.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video berdurasi sekitar empat menit beredar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah petugas berupaya melerai keributan antara Hamim Imbu dan Akbar. Kaca jendela kantor juga terlihat pecah dalam insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan Akbar yang diberitakan media lokal, persoalan bermula dari keikutsertaannya dalam pertandingan bulu tangkis antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Akbar mengaku sempat dilarang mengikuti pertandingan karena disebut tidak memperoleh rekomendasi dari Kasat Pol PP Sultra.
“Panitia ditelepon oleh kasat, bahwa saya harus didiskualifikasi sebagai peserta bulu tangkis karena tidak punya rekomendasi dari kasat. Tapi kata panitia tidak perlu rekomendasi, selama masih ASN, Satpol PP bisa main,” ujar Akbar, Jumat (14/8/2026).
Akbar kemudian tetap mengikuti pertandingan. Namun, menurut pengakuannya, persoalan tersebut membuat dirinya merasa tidak nyaman dan mentalnya terganggu.
Usai pertandingan, Akbar mendatangi ruang kerja Kasat Pol PP Sultra untuk meminta klarifikasi mengenai larangan tersebut.
Situasi kemudian memanas
Akbar mengaku sempat mengambil batu dengan maksud melemparkannya ke tembok. Namun, batu tersebut justru mengenai kaca jendela. Setelah itu, sejumlah orang disebut langsung mengerumuni dirinya.
Dalam keterangannya, Akbar juga mengaku terjadi kontak fisik antara dirinya dengan Hamim Imbu.
“Saya langsung ambil batu, tujuannya lempar tembok, ternyata kena kaca jendela. Di situ langsung orang-orang kaget saya dikerumuni, kasat maju dan memukul jidat, saya maju, kasat mundur sampai dia jatuh,” ujar Akbar.
Sementara itu, dalam video yang beredar, Hamim Imbu terlihat berupaya mengejar Akbar meski sejumlah petugas berusaha melerai keduanya. Dalam rekaman tersebut juga terdengar perkataan bernada ancaman yang disebut dilontarkan oleh Kasat Pol PP Sultra.
Pemberitaan mengenai insiden tersebut juga menyebut Akbar kemudian melaporkan Hamim Imbu ke Inspektorat.
Selain persoalan pertandingan bulu tangkis, Akbar menyebut terdapat persoalan lain yang melatarbelakangi hubungannya dengan atasannya.
Ia mengaku melaporkan Hamim Imbu karena adanya persoalan terkait penandatanganan SK pencairan kenaikan gaji berkala (KGB). Namun, sejauh ini keterangan mengenai latar belakang persoalan tersebut masih berasal dari pihak Akbar dan perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.
Insiden ini menimbulkan sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme hubungan kedinasan antara pimpinan dan anggota Satpol PP, termasuk kewenangan pimpinan dalam memberikan rekomendasi bagi ASN yang mengikuti kegiatan antar-OPD serta prosedur penyelesaian perselisihan internal di lingkungan pemerintahan.
Jagat Media memandang persoalan tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Dugaan tindakan kekerasan, ancaman maupun persoalan administratif yang disebut dalam kasus ini harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak yang berwenang.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari Hamim Imbu maupun pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait insiden tersebut belum dimuat dalam laporan ini. Konfirmasi dari pihak Kasat Pol PP Sultra dan Inspektorat Sultra penting untuk mendapatkan gambaran yang berimbang mengenai duduk perkara sebenarnya.
Jagat Media akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk hasil pemeriksaan internal dan langkah yang akan diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Editor: Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Februari 2026. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






