JAGATMEDIA, BIMA – Kesadaran menjaga kelestarian Hutan Tambora terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Kepala Resort B KPH Wilayah VI Tambora, Junaidin, S.Sos., menginisiasi kegiatan edukasi dan sosialisasi pelestarian lingkungan yang dipusatkan di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian bersama terhadap kondisi Hutan Tambora yang dinilai membutuhkan perhatian serius agar tetap lestari dan mampu menjalankan fungsinya sebagai penyangga kehidupan masyarakat.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Brigif TP 31/Prisisakti, Camat Pekat, para kepala desa, Babinsa, personel Polsek, tokoh masyarakat, hingga pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Oi Panihi.
Dalam kegiatan itu, peserta diajak memahami bahwa hutan bukan sekadar kawasan yang ditumbuhi pepohonan, melainkan ekosistem penting yang berperan menjaga keseimbangan alam sekaligus menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Kepala Resort B KPH Wilayah VI Tambora, Junaidin, menegaskan bahwa keberadaan Hutan Tambora memiliki fungsi strategis yang harus dijaga bersama.
“Hutan ini adalah hulu dari sumber mata air kita, rumah bagi kekayaan flora dan fauna, sekaligus jangkar dalam menjaga keseimbangan iklim. Jika benteng alam ini rusak, dampaknya instan: krisis air bersih, lonjakan risiko bencana alam, dan kepunahan keanekaragaman hayati,” tegas Junaidin.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, peserta juga diajak melakukan langkah nyata melalui empat komitmen utama, yaitu memperluas gerakan penanaman pohon, menghentikan praktik penebangan liar (illegal logging), mencegah pembakaran hutan, serta memanfaatkan hasil hutan secara bijaksana tanpa merusak kelestariannya.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga datang dari jajaran TNI. Batih Intel Brigif TP 31/Prisisakti, Sertu Supardi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus bersinergi dalam menjaga kawasan Hutan Tambora.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan hutan yang tetap aman, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadi pelopor pelestarian lingkungan di wilayah masing-masing. Mereka sepakat menjaga Hutan Tambora sebagai warisan alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi berkelanjutan, serta budaya, sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Editor: Lina
Sejak Juni 2026, menjadi bagian dari Jagat Media dengan area peliputan Lombok Tengah dan sekitarnya. Mengulas beragam topik, mulai dari politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, hingga berbagai peristiwa penting yang berkembang di tingkat lokal, nasional, dan internasional.











