Menu ✖

Mode Gelap
Istiqomah Kawal Ulama, Forum Cakar Sriwijaya Jaga Keamanan Dan Kondusivitas Maulid Hingga Selesai Treatrikal perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien memukau ribuan penonton dalam HUT ke-438 Kota Meulaboh Ketua PD IWO Aceh Barat Apresiasi Kemeriahaan HUT Meulaboh Ke-438 Jep Kupi Khop Semarakkan Hut Kota Meulaboh ke- 438 Irsan Syahputra Resmi Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Gampong Gampa Periode 2026-2030 Polsek Ilir Timur II Gelar Bakti Kebersihan, Libatkan Tiga Organisasi Kemasyarakatan

Peristiwa

Gotong Royong Bangun Rumah Mbah Reban, Warga Babatan Satukan Kepedulian untuk Lansia Sebatang Kara

badge-check


					Gotong Royong Bangun Rumah Mbah Reban, Warga Babatan Satukan Kepedulian untuk Lansia Sebatang Kara Perbesar

JAGATMEDIA, LAMONGAN – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Warga RT 01 bersama Karang Taruna Pelangi dan sejumlah donatur bergandengan tangan membangun rumah layak huni bagi Mbah Reban, seorang lansia yang hidup seorang diri dengan kondisi rumah yang sebelumnya hampir roboh.

Pembangunan rumah dimulai pada Jumat (3/7/2026) setelah warga bermusyawarah dan menggalang bantuan secara swadaya. Dukungan tidak hanya datang dari masyarakat setempat, tetapi juga dari para perantau asal Babatan yang kini bermukim di Provinsi Riau.

Ketua RT 01 Dusun Babatan, Ustadz Ibnu Sutowo, mengatakan pembangunan rumah tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap warga yang membutuhkan.

“Ini bukan hanya rumahnya Mbah Reban. Ini rumah kita bersama, bukti bahwa warga Babatan masih memiliki rasa kepedulian dan semangat gotong royong,” ujarnya di sela kegiatan.

Sebelum dibangun, rumah yang ditempati Mbah Reban berada dalam kondisi memprihatinkan. Dinding kayu telah lapuk dan berlubang, atap bocor saat hujan, serta lantai yang masih berupa tanah menjadi licin dan becek ketika musim penghujan. Kondisi itu dinilai membahayakan keselamatan Mbah Reban yang tinggal seorang diri.

Keprihatinan tersebut kemudian dibahas dalam kegiatan rutin Yasin dan Tahlil warga. Dari pertemuan itu muncul kesepakatan untuk menggalang dana secara sukarela demi membangun rumah yang lebih layak bagi Mbah Reban.

Ajakan tersebut mendapat sambutan luas. Selain warga setempat, bantuan juga mengalir dari para perantau asal Babatan berupa dana maupun material bangunan.

Pada hari pertama pembangunan, warga langsung bergotong royong mengerjakan pondasi rumah. Mereka menguruk lahan menggunakan batu pecah, menyusun pondasi dengan batu kumbung, serta menyiapkan tiang utama yang akan menjadi rangka bangunan.

Suasana kebersamaan tampak sejak pagi. Kaum pria bergantian mengangkat material dan memasang pondasi, para pemuda membantu distribusi bahan bangunan, sementara ibu-ibu menyiapkan makanan dan minuman bagi seluruh relawan. Seluruh pekerjaan dilakukan secara sukarela tanpa imbalan.

Pembangunan rumah itu juga melibatkan tokoh masyarakat, tukang, Karang Taruna Pelangi, serta para donatur yang menyumbangkan uang tunai maupun material, seperti semen, pasir, batu kumbung, kayu, paku, dan kebutuhan konstruksi lainnya. Panitia memastikan seluruh bantuan dikelola secara terbuka agar proses pembangunan berlangsung transparan.

Warga menargetkan rumah tersebut selesai sebelum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan demikian, Mbah Reban diharapkan dapat merayakan Hari Kemerdekaan di rumah yang lebih aman dan layak huni.

Melihat rumahnya mulai dibangun, Mbah Reban tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan terima kasih dan doa bagi seluruh pihak yang telah membantunya.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka masih ada orang baik. Mugi-mugi sing nyumbang, sing bantu, rezekine tambah lancar,” ucapnya lirih.

Meski pembangunan telah dimulai, panitia menyebut kebutuhan dana dan material masih diperlukan hingga rumah selesai dibangun. Masyarakat yang ingin berpartisipasi masih dipersilakan memberikan bantuan berupa dana, material bangunan, maupun tenaga.

Aksi sosial tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kepedulian yang dibangun bersama telah menghadirkan harapan baru bagi Mbah Reban untuk menjalani masa tuanya dengan lebih aman dan bermartabat.

Editor: Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Istiqomah Kawal Ulama, Forum Cakar Sriwijaya Jaga Keamanan Dan Kondusivitas Maulid Hingga Selesai

12 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Treatrikal perjuangan pahlawan Aceh Cut Nyak Dhien memukau ribuan penonton dalam HUT ke-438 Kota Meulaboh

11 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Ketua PD IWO Aceh Barat Apresiasi Kemeriahaan HUT Meulaboh Ke-438

11 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Jep Kupi Khop Semarakkan Hut Kota Meulaboh ke- 438

11 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Irsan Syahputra Resmi Dilantik Sebagai Ketua Pemuda Gampong Gampa Periode 2026-2030

11 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Trending di Peristiwa