Jagatmediakertanegara, Palembang – Warga Perumahan Meritai Anggrek di Jalan Lingkar Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, kembali menyuarakan keluhan terkait banjir yang terus terjadi setiap musim hujan. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama empat tahun terakhir tanpa solusi yang benar-benar menyelesaikan persoalan.
Pada Kamis (22/5/2026), sejumlah pihak dari dinas terkait turun langsung meninjau lokasi banjir yang selama ini dikeluhkan warga. Peninjauan dilakukan bersama unsur Dinas PUPR Banyuasin dan BPBD Banyuasin, didampingi warga setempat serta Babinsa Banyuasin.
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan Dinas PUPR, yakni Yusuf dan Jauhari. Sementara dari BPBD hadir Rahmad Dona, Ali, dan Putra yang ikut melihat langsung kondisi lingkungan perumahan yang kerap tergenang air saat hujan turun.

Warga mengaku banjir masih terus terjadi meskipun hujan hanya turun dalam waktu singkat. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penghuni perumahan.
“Kalau hujan sebentar saja sudah banjir, bagaimana kalau hujan turun berhari-hari,” ujar salah seorang warga dengan nada penuh harap agar segera ada solusi nyata dari pemerintah.
Tak hanya merendam jalan lingkungan, banjir juga disebut menggenangi mushola yang berada di dalam kompleks perumahan sehingga mengganggu aktivitas ibadah warga.
Selain itu, dampak banjir turut dirasakan anak-anak yang bersekolah di yayasan Playgroup dan TK yang berada di kawasan perumahan tersebut. Jalan menuju sekolah sering tergenang air sehingga menghambat aktivitas belajar dan mobilitas warga.
Masyarakat berharap adanya pembenahan sistem drainase dan aliran air agar genangan tidak terus terjadi setiap kali curah hujan meningkat. Warga juga menyebut persoalan perizinan dan AMDAL dari pihak pengembang perumahan dikabarkan masih belum sepenuhnya terselesaikan.
Selama ini, warga mengaku telah berupaya secara mandiri untuk mengurangi dampak banjir. Mulai dari bergotong royong memperbaiki gorong-gorong hingga melakukan pengecoran jalan agar akses lingkungan tetap dapat dilalui saat banjir terjadi.
Namun, upaya swadaya tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan secara menyeluruh karena air masih terus menggenangi kawasan perumahan ketika hujan turun.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar banjir yang selama bertahun-tahun menghantui lingkungan mereka dapat segera teratasi.
“Kami hanya ingin ada solusi nyata supaya bisa tinggal lebih nyaman tanpa terus dihantui banjir setiap hujan turun,” ungkap salah seorang penghuni perumahan.











