Menu

Mode Gelap
47 Karyawan SPPG Tangga Takat Jalani Tes Urine, Kapolsek: Yang Penting Hasilnya Tes Urine di SPPG Tangga Takat Dipertanyakan, Awak Media Temukan Perbedaan Informasi Jelang Pildes Serentak, Kapolsek Batukliang: Wilayah Masih Zona Kuning Terkendali, Waspada Judi Taruhan Kades Nekat Jambret HP di Dashboard Motor, Warga Musi Rawas Ditangkap di Lubuk Linggau PKN Bentuk Satgas Pengawasan MBG, Soroti Risiko Korupsi dan Keamanan Pangan Polemik Muchtar vs PT Socfindo Diselesaikan Lewat RDP di Komisi IV DPRK Aceh Singkil

Pemerintahan

Dijuluki Venice of the East, Palembang Optimistis Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

badge-check


					Dijuluki Venice of the East, Palembang Optimistis Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Perbesar

JAGATMEDIA, PALEMBANG – Di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin dinamis, Kota Palembang terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Berbekal kekayaan sejarah, budaya, keberadaan Sungai Musi, serta potensi ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Palembang optimistis mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, saat menjadi narasumber dalam Talk Show Live Studio bertajuk Menyongsong Indonesia Maju di Studio TVRI Sumatera Selatan, Kamis (18/6/2026).

Dalam pemaparannya, Isnaini menegaskan bahwa Palembang memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni jejak sejarah panjang yang membentang sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam.

“Kita memiliki sejarah dan budaya yang sangat beragam. Ini merupakan modal besar yang harus terus kita jaga dan kembangkan sebagai kekuatan pariwisata Kota Palembang,” ujarnya.

Menurut Isnaini, kekayaan sejarah tersebut menjadi identitas penting yang dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Selain menjadi kebanggaan masyarakat, warisan sejarah juga memiliki nilai edukatif yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Tak hanya dikenal sebagai kota bersejarah, Palembang juga memiliki ikon yang tak terpisahkan dari perjalanan peradabannya, yakni Sungai Musi. Sungai yang membelah kota ini sejak lama menjadi pusat aktivitas masyarakat, jalur perdagangan, hingga penghubung berbagai kawasan di Sumatera Selatan.

Keberadaan Sungai Musi bahkan membuat Palembang pernah mendapat julukan “Venice of the East” atau Venesia dari Timur. Julukan tersebut menggambarkan besarnya peran sungai dalam membentuk kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Palembang sejak masa lampau.

Selain sejarah dan wisata sungai, Palembang juga memiliki kekayaan budaya yang masih terpelihara hingga kini. Mulai dari kain khas Palembang, seni tradisional, adat istiadat, hingga beragam kuliner yang telah dikenal luas menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Karena itu, pelestarian budaya menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Menurut Isnaini, menjaga warisan budaya tidak hanya bertujuan mempertahankan identitas daerah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang dapat mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Untuk meningkatkan daya tarik wisata, Pemerintah Kota Palembang juga terus menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Program seperti Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) dinilai tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata yang efektif.

Di saat yang sama, berbagai kawasan publik dan destinasi wisata terus dibenahi agar memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Kambang Iwak, hingga sejumlah ikon kota lainnya menjadi fokus penataan dan pengembangan.

Berbagai fasilitas pendukung, termasuk atraksi air mancur dan penataan kawasan wisata, juga terus ditingkatkan guna menciptakan pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan.

“Pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pengunjung. Oleh karena itu, event, ruang publik, dan fasilitas pendukung harus terus kita tingkatkan agar wisatawan semakin nyaman dan tertarik datang ke Palembang,” kata Isnaini.

Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif turut menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan pariwisata kota. Salah satu yang paling menonjol adalah sektor kuliner, dengan pempek sebagai ikon kuliner khas Palembang yang telah dikenal hingga mancanegara.

Menurut Isnaini, kuliner, kerajinan tangan, dan berbagai produk budaya lokal memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat citra Palembang sebagai kota wisata berbasis budaya.

Melalui sinergi antara pelestarian sejarah dan budaya, pengembangan destinasi wisata, penyelenggaraan event, peningkatan fasilitas publik, serta penguatan ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Palembang optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah menuju Indonesia yang lebih maju.

Editor : Lina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tinjau Gudang Bulog Lubuk Linggau, Herman Deru Pastikan Stok Beras Aman

4 September 2026 - 14:10 WIB

Bupati Aceh Singkil Minta Rehabilitasi Pascabencana Dipercepat dan Tepat Sasaran

1 September 2026 - 13:42 WIB

DPRD dan Pemkab Toba Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2026

1 September 2026 - 10:24 WIB

Puluhan Pelajar dan Tokoh Seni Aceh Singkil Terima Penghargaan, Prestasi Tingkat Nasional Jadi Sorotan

20 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Wali Kota Lubuk Linggau Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Sejumlah ASN Terima Satyalancana Karya Satya

17 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Trending di Pemerintahan