Jagatmediakertanegara, Palembang – Puluhan warga RT 18, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, mengeluhkan banjir yang terus terjadi di lingkungan mereka setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Warga menduga banjir mulai terjadi sejak dibangunnya kompleks perumahan Griya Duta Mas yang berada tepat di samping permukiman warga. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, ketinggian air disebut dapat mencapai sekitar satu meter dan merendam rumah-rumah warga.
“Selain merusak perabotan rumah tangga, banjir ini juga membawa lumpur kedalam rumah dan sampah yang mengganggu aktivitas serta kesehatan warga sini,” ujar salah seorang warga.
Sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) di RT 18 terdampak langsung akibat banjir tersebut. Warga mengaku sebelum pembangunan perumahan dilakukan, kawasan mereka tidak pernah mengalami banjir separah sekarang.

“Banjir melanda wilayah pemukiman kami, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami. Kawasan ini berbatasan langsung dengan tembok pembatas perumahan Griya Duta Mas,” pungkas warga.
Menurut keterangan warga, persoalan banjir ini telah berlangsung lebih dari lima tahun. Mereka menduga pembangunan perumahan telah menutup saluran drainase alami serta mengurangi area resapan air di sekitar permukiman.
Selain itu, posisi lahan perumahan yang dibuat lebih tinggi disebut menyebabkan aliran air hujan langsung mengarah ke kawasan permukiman warga yang berada di dataran lebih rendah. Warga menilai hingga saat ini belum ada sistem drainase memadai yang mampu mengatasi limpahan air tersebut.

Melalui pemberitaan ini, warga berharap pemerintah dan pihak pengembang segera turun tangan untuk mendengarkan keluhan masyarakat yang terdampak banjir.
Warga juga meminta pihak pengembang segera membangun kolam retensi dan melakukan perbaikan sistem drainase agar air tidak lagi masuk ke rumah-rumah warga.












2 Komentar
Waw parah nian banjir ini
Developer harus bertanggungjawab akibat banjir ini