JAGATMEDIA, OGAN ILIR – Proyek pembangunan penahan tebing di ruas jalan provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, menuai sorotan warga. Proyek yang disebut baru selesai dikerjakan sekitar satu hingga dua minggu itu dilaporkan mengalami retak di sejumlah bagian dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.
Berdasarkan kondisi yang dikeluhkan warga, retakan terlihat memanjang di sekitar area pembangunan dengan panjang kurang lebih 50 meter. Sejumlah bagian penahan tebing juga disebut mulai keropos, sementara batu tampak bergeser atau terlepas. Timbunan dan badan jalan di sekitar lokasi turut menunjukkan tanda-tanda retak.
Warga setempat, Paisol Usman (40), melalui unggahan di media sosial menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi bangunan tersebut. Menurutnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan tetapi sudah menunjukkan kerusakan patut menjadi perhatian serius, terlebih menjelang musim hujan.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir penahan tebing ambruk dan jalan ikut longsor. Ini bisa membahayakan masyarakat,” keluhnya, Jum’at (14/8/2026).
Selain kondisi fisik bangunan, warga juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi. Akibatnya, masyarakat kesulitan mengetahui sumber anggaran, instansi penanggung jawab, nilai pekerjaan, pelaksana, maupun waktu pelaksanaan proyek.
Ketiadaan papan informasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan itu, apakah merupakan proyek Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atau Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.
Warga juga mempertanyakan material dan konstruksi yang digunakan. Berdasarkan keluhan yang beredar, terdapat dugaan penggunaan campuran material yang kurang baik serta konstruksi yang minim penggunaan besi.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan teknis serta klarifikasi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Kekhawatiran warga semakin besar karena lokasi tersebut berada di area yang kerap dilalui masyarakat dan disebut sering menjadi tempat anak-anak bermain. Jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko bangunan ambruk maupun longsor dikhawatirkan meningkat, terutama saat curah hujan tinggi.
Masyarakat meminta Dinas PUPR Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan teknis, memastikan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut, serta mengambil langkah pengamanan apabila ditemukan konstruksi yang tidak memenuhi spesifikasi.
Sorotan terhadap proyek penahan tebing ini juga menjadi bagian dari keluhan masyarakat mengenai kondisi ruas jalan provinsi dari wilayah Payaraman hingga Rambang Kuang dan Muara Kuang yang di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan.
Publik kini menunggu keterbukaan pemerintah terkait siapa pelaksana proyek, nilai anggaran, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan tersebut.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan sesuai ketentuan dan tidak menunggu hingga terjadi longsor maupun korban.
Keselamatan masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi diharapkan menjadi prioritas utama.
Editor : Lina
Menjadi bagian dari Jagat Media sejak Maret 2026 dengan wilayah liputan Ogan Ilir dan sekitarnya. Berpengalaman meliput beragam isu, termasuk politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis, serta berbagai peristiwa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.






